Perlawanan Sultan Nuku Terhadap Belanda
Sultan Nuku
Sumber: https://images.app.goo.gl/PJKfCKdbuTsVndMt7
Nuku Muhammad Amiruddin atau yang lebih dikenal dengan Sultan Nuku adalah seorang sultan dari kesultanan tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 april 1779 sebagai seorang sultan sejak tahun 1781.
Ia lahir pada tahun 1738. Beliau memiliki nama kecil yaitu keijella syaefuddin taiciu saifudin.Selama masa perang dengan VOC, Nuku disebut juga sebagai Jou Barakati, artinya Tuan Yang Diberkahi.
Sekitar tahun 1650 M, Belanda berhasil menguasai Maluku dan mengadakan kontrak-kontrak yang mengikat para sultan dan raja di seluruh Maluku.
Belanda menangkap ayah Sultan Nuku yaitu Sultan Jamaluddin pada tahun 1779 karena ia dituduh bersekongkol dengan penyelundup dan melanggar kontrak. Kemudian belanda mengangkat Gaizira (paman Jamaluddin) sebagai wakil Sultan Tidore.
Berdasarkan tradisi kerajaan Tidore pengangkatan Raja baru harus berdasarkan dari silsilah yang berhak untuk menggantikan Sultan Jamaluddin adalah putranya Nuku tetapi Belanda tidak menghendaki hal itu karena tidak dapat diajak bekerjasama.
pengangkatan ini menimbulkan pertentangan dan protes dari putra jamaluddin yaitu Nuku dan kamaluddin.
Berkat kecerdasan Nuku, patra Alam berhasil diangkat menjadi sultan Tidore.Kemudian setelah itu belanda mengangkat Kamaluddin menjadi sultan, tetapi di protes oleh Nuku karena ia melangkahi putra yang tertua.
Pangeran Nuku akhirnya memimpin perlawanan kepada VOC karena tak terima perlakuan yang dilakukan oleh VOC. kemudian terjadilah Perang hebat antara rakyat Maluku di bawah pimpinan pangeran Nuku melawan kekuatan kompeni Belanda (tentara VOC).
Dalam melakukan perlawanan kepada VOC, Nuku bekerjasama dengan seluruh rakyat Maluku dan meminta bantuan serta dukungan para rakyat Papua yang di bawah pimpinan Raja Ampat dan juga orang-orang Gamrange dari Halmahera.
Nuku mempengaruhi orang-orang Inggris agar mengusir orang-orang Belanda. Dan setelah berhasil, ia segera menggempur orang-orang Inggris tersebut. Cara ini berhasil dengan peralatan perang yang semakin baik pasukan Nuku menggempur dan memenangkan pertempuran melawan Belanda.
Kemudian, pada tahun 1796, pasukan Nuku berhasil merebut dan menguasai Pulau Banda. Setahun kemudian, mereka mampu merebut Tidore dan membuat Sultan Kamaluddin melarikan diri ke Ternate.
sepeninggal Sultan Kamaludin rakyat Tidore secara bulat menunjuk Sultan Nuku Muhammad Amiruddin menjadi Sultan Tidore.
Meskipun sudah merebut ternate kembali Sultan Nuku tetap mengerahkan kekuatannya terhadap belanda di ternate.
Sultan nuku terus menggempur belanda di ternate, hingga akhirnya pada tahun 1801 ternate terbebas dari cengkraman belanda.
Nuku kemudian dinobatkan sebagai sultan oleh rakyat Tidore dengan gelar "Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma'bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan".
Sultan Nuku kemudian meninggal dunia pada 1805, pada usia 67 tahun.
Sebagai penghargaan terhadap jasa-jasanya,Sultan Nuku dianugerahi gelar pahlawan nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia nomor 71 garing TK garing tahun 1995 pada tanggal 7 Agustus 1995.
Selain itu Sultan Nuku Muhammad Amiruddin juga mendapatkan gelar bintang Mahaputra adipradana dari pemerintah.
Wilayah kekuasaan yang di kuasai Sultan Nuku meliputi:
● Wilayah tidore di Halmahera tengah dan timur
● Makian
● Kayoa
● Kepulauan raja ampat
● Papua daratan
● Seram Timur
● kepulauan keffing
● Geser seram laut
● Kepulauan Garang
● Watubela dan tor




isiya sangat singkat dan untuk tampilannya sudah bagus
BalasHapusTampilannya sudah bagus namun isinya singkat
BalasHapusisi singkat tampilan bagus
BalasHapusIsi yang menarik dan lengkap
BalasHapusIsi singkat, tetapi untuk tampilan sudah bagus
BalasHapusIsinya singkat dan jelas tidak bertele tele tapi paragraf nya belum rapih
BalasHapus