PIMPINAN SULTAN BAABULLAH
Pada tahun 1511, Portugis melakukan perjalanan menuju Indonesia bagian timur untuk mencari rempah-rempah dan berhasil menguasai wilayah Malaka. Kemudian, mereka mengalihkan perhatian ke wilayah Maluku, yang dimana wilayah Maluku merupakan wilayah yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di nusantara.
Akhirnya pada akhir tahun 1512, Alfonso de Albuquerque yang merupakan seorang bangsawan Portugis mengirimkan sebuah ekspedisi ke daerah Maluku dan sekitarnya, antara lain di Kepulauan Aru, Ambon, dan Banda. Lalu, ekspedisi kedua diarahkan menuju ke Ternate dan Tidore, yang pada saat itu bangsa Portugis diterima oleh masyarakat nusantara secara ramah.
Ekspedisi dilanjutkan kembali pada tahun 1518 di Maluku, yang pada saat itu bangsa Portugis berhasil melakukan hubungan kerjasama dagang dengan kerajaan-kerajaan di Maluku.
Pada tahun 1512 bangsa Portugis datang bersamaan dengan bangsa Spanyol. Bangsa Spanyol diterima dengan baik oleh Sultan Al Mansur dari Kerajaan Tidore. Namun, kedatangan bangsa spanyol diprotes oleh bangsa Portugis karena dianggap telah melanggar perjanjian tordesilas. Dari situ muncullah peperangan antar kedunya. Kerajaan ternate berkubu pada bangsa portugis dan kerajaan tidore berkubu pada bangsa spanyol. Dan untuk menyelesaikan permasalahan ini dibentuklah perjanjian saragosa.
Dengan adanya perjanjian saragosa yang berisikan bahwa Spanyol harus pergi dari Nusantara, khususnya wilayah Maluku dengan mendapatkan imbalan uang sebesar 350 ribu bukit emas tersebut, armada spanyol meninggalkan Maluku dan menuju ke Filipina. Berhubung bangsa spanyol sudah meninggalkan Maluku maka bangsa Portugis merasa telah berkuasa dan bersikap sewenang-wenang terhadap rakyat Maluku. Hingga akhirnya, para penguasa Ternate yang semula menjadi sekutu bangsa Portugis, merasa muak dan menentang balik bangsa Portugis.
Akhirnya di bawah kepemimpinan Sultan Hairun dari Kerajaan Ternate, rakyat Maluku bangkit untuk menentang Portugis. Namun, Gubernur Portugis, Diogo Lopez de Mesquita justru menangkap dan menahan Sultan Hairun. Tindakan tersebut memicu kemarahan rakyat Maluku terutama rakyat ternate. Rakyat Maluku khususnya rakyat ternate melakukan penyerangan terhadap bangsa portugis, dan penyerangan ini membuat bangsa portugis mengalami kewalahan dan timbullah siasat licik. Yakni dengan menawarkan perundingan kepada Sultan Hairun. Sayangnya, ketika proses perundingan tersebut, Sultan Hairun malah tewas dibunuh di dalam benteng tempat perundingan berlangsung.
Sultan Baabullah
Hal tersebut mengakibatkan pertempuran bebas yang dipimpin oleh Sultan Baabullah. Sultan Baabullah menuntut penyerahan Lopez de Mesquita untuk diadili, tetapi ditolak. Pada akhirnya baabzullah melakukan penyerangan besar-besraan terhadap bangsa portugis, dengan memblokade benteng-benteng di Ternate. Mulai dari benteng Tolukko, Santo Lucio, dan Santo pedro jatuh ke tangan Sultan Baabullah dalam waktu singkat, serta hanya menyisakan Benteng Sao Paulo yang menjadi kediaman de Mesquita saja.
Kemudian pada tahun 1575, seluruh kekuasaan Portugis yang ada di Maluku telah jatuh dan suku-suku kerajaan pribumi juga mendukung aksi perebutan kekuasaan tersebut. Hingga akhirnya, hanya tersisa benteng Sao Paulo yang masih dalam pengepungan. Selama lima tahun lamanya, orang-orang Portugis hidup menderita di dalam benteng dan terputus dari dunia luar, sebagai balasan atas pengkhianatan mereka terhadap Sultan Hairun. Tidak hanya itu saja, Sultan Baabullah akhirnya memberikan ultimatum kepada bangsa Portugis yang masih tersisa itu untuk segera meninggalkan wilayah Ternate dalam waktu 24 jam. Bagi mereka yang telah beristrikan pribumi Ternate, tetap diperbolehkan untuk tetap tinggal tetapi dengan syarat harus menjadi kawula kerajaan.
Referensi :
https://www.gramedia.com/literasi/perlawanan-rakyat-maluku/
Ditulis oleh :
Astuti Estri M.J

.jpg)



isinya sudah bagus namun singkat tampilannya pargrafnya pun sudah rapih
BalasHapuspenjelasan sudah bagus dan tampilannya menarik
BalasHapuspenjelasan bagus
BalasHapusIsi sangat rinci, tampilannya jg bagussss
BalasHapusIsi sudah bagus menarik dan mudah di pahami
BalasHapusPenjelasan nya bagus rapih juga
BalasHapus