Latar Belakang Sarekat islam
Awalnya, organisasi ini bermuasal dari organisasi ronda bernama Rekso Roemekso. Pendapat ini diperkuat oleh Takashi Shiraishi dalam bukunya, Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa (1912-1926).
Namun, versi lain yang lebih akurat menyatakan, SI berasal dari organisasi yang sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islamiyah (SDI).
sumber:https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230906171318-569-995668/sarekat-islam-latar-belakang-tokoh-pendiri-dan-perkembangannya
SDI didirikan oleh Haji Samanhudi pada 16 oktober 1905 di solo.
Terbentuknya SDI ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk bersaing dengan pedagang Tionghoa yang kala itu memonopoli perdagangan batik di Solo. Praktik monopoli ini membuat para pedagang lokal merugi dan kesulitan dalam menentukan harga.
Pada saat itu para pedagang keturunan Tionghoa telah lebih dulu maju usahanya dibandingkan milik pribumi. Sehingga para pedagang Tionghoa memiliki status yang lebih tinggi dari penduduk Hindia Belanda lainnya.
Untuk mengembangkan organisasinya, Samanhudi meminta H. O. S. Tjokroaminoto untuk mengorganisir perkumpulan dagang miliknya itu. Ia pun setuju dan kemudian membuat akta hukum organisasi baru yang bernama Sarekat Islam.
SDI dibawah pimpinan Haji samanhudi terus berkembang. namun ia tidak bisa mengendalikan organisasi yang terus berkembang dan ia tak kuasa melawan tekanan para penguasa kolonial.
Akhirnya, pada tahun 1912, kepemimpinan SI diserahkan kepada Tjokroaminoto. Pusat kegiatan SI juga dipindahkan ke Surabaya, namanya pun berubah menjadi Sarekat Islam (SI).
Dibawah kepemimpinan H.O.S Tjokroaminoto, SI memiliki banyak cabang dan anggota yang sangat banyak hingga membuat pemerintah kolonial belanda khawatir dan terancam atas perkembangan SI sehingga membuat kebijakan-kebijakan yang membatasi kegiatan-kegiatannya.
Sumber :
Penulis By : Viola Delista p



Kurang panjang saja
BalasHapus